JANGAN SEMBARANGAN MELETAKKAN CINTA

 

Pada hari itu, para sahabat nabi shallallahu `alaihi wasallam sangat bergembira. Hati mereka sedang diliputi rasa bahagia tak biasa. Ibarat dahaga yang sudah sekian lama merindukan dinginnya air pada akhirnya dipertmeukan, sampai-sampai Anas bin Mālik radiyallahu `anhu mendeskripsikan kebahagiaan tersebut sebagai kebahagiaan terindah semenjak mereka memeluk Islam. Ternyata penyebab suka cita tersebut adalah kabar langit yang disampaikan oleh baginda Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bahwa seseorang akan membersamai orang yang dicintainya. Saat itu pula Anas bin Mālik radiyallahu `anhu mengutarakan isi hatinya bahwa beliau sangat mencintai Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, Abu Bakr dan Umar radiyallahu `anhuma. Beliau berharap cintanya akan membawanya  untuk tetap bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam,, Abu Bakr dan Umar radiyallahu `anhuma di negeri akhirat.

            Anas bin Malik serta para sahabat radiyallahu `anhum telah meletakkan cinta mereka dengan benar. Cinta kepada Allah `azza wajalla dan kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, serta cinta karena Allah `azza wajalla. Karena cinta yang seperti itu adalah cinta yang tak akan pernah disesali. Dengan cinta tersebut mereka telah meraih manisnya iman dan lezatnya ubudiyah. Cinta yang kelak akan berbalas naungan Ar-Rahman dan surga tertinggi bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin. 1)

Namun tahukah anda bahwa di kampung abadi nanti juga akan banyak orang yang menyesali cintanya dan baru menyadari kepalsuannya. Kenapa demikian? Jawabannya adalah karena mereka salah dalam memahami dan menempatkan cinta. Cinta yang dipupuk selama ini ternyata adalah maksiat dan kefasikan yang terbungkus rapi dengan label cinta. Saat cinta diletakan pada tempat yang salah dan saat hati dititipkan pada ruang yang salah maka ahkirnya adalah penyesalan. Karena cinta tersebut telah memalingkan mereka dari kebenaran, menjauhkan mereka dari ketaatan dan menggiring mereka kepada kesesatan. Bahkan sosok yang dicintai pada saat di dunia akan menjadi musuh yang tak lagi sejalan.2)

Oleh karna itu, cinatailah Allah `azza wajalla cintailah Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, cintailah orang-orang soleh dari kalangan para sahabat, tabi`in dan orang-orang beriman. Semoga dengan cintamu Allah menyandingkanmu dengan mereka di taman surga yang telah dijanjikan. Dan berhati-hatilah JANGAN SAMPAI SALAH MELETAKAN CINTA!

Footnote:

  1. Hadits ini dibawakan oleh imam al-Bukhari dalam kitab Shahîhnya pada empat tempat, yaitu ;Bab Manaqib Umar bin al-Khattab Radhiyallahu anhu, Kitab al-Adab, Bab Ma Ja’a fi Qaulir Rajuli : Wailaka, Kitab al-Adab, Bab ‘Alâmatil Hubbi fillâh, Kitab al-Ahkâm, Bab al-Qadha’ wal Futya fit Tharîq. Hadits ini juga dibawakan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahîh beliau rahimahullah dalam Kitab al-Bir was Shilah. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi rahimahullah dalam Kitab Zuhud dalam kitab kitab Jami’nya dari Ibnu Hajar rahimahullah.
  2.  Surat al-Zukhruf ayat 67   

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama