Abu al-Qosim al-Baghawi mengisahkan:
Aku mendengar 'Ubaidillah ibn al-Qowariri mengatakan: "aku hampir tidak pernah melewatkan solat isya berjama'ah. Namun pada satu waktu aku disibukkan dengan tamu yang singgah dirumahku. Selepas itu aku beranjak menuju masjid yang ada di perkampungan kota Bashroh, akan tetapi semua orang telah selesai melaksanakan solat.
Akupun bergumam dalam hati: "(padahal) diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Solat berjama'ah mengungguli solat sendirian hingga 21 derajat. Dalam riwayat lain 25 derajat. Dalam riwayat lain juga disebutkan 27 derajat".
Maka akupun kembali ke rumahku dan mengerjakan solat isya sebanyak 27 kali. Lalu Aku pun tidur dan lantas bermimpi. Aku melihat diriku sedang menunggangi kuda bersama satu kaum yangg juga sedang menunggangi kuda. Kami pun berpacu dan saling berlomba, namun mereka terus mendahuluiku. Maka aku pun memukul kudaku supaya dapat mendahului mereka. Namun orang paling belakang dari mereka menoleh kepadaku seraya berkata "jangan paksaan kudamu, kamu tak akan mampu mendahului kami". Aku pun bertanya kenapa?. Ia pun menjawab "karena kami telah melaksanakan solat isya secara berjama'ah.
Siyar A'lam al-Nubala [11/444].
Tags:
Kisah
