Dikisahkan ada seorang
laki-laki yang mendapati seorang Arab badui (pedalaman) yang berada di sekitar
sumur. Kemudian laki-laki tersebut mendapati barang bawaan arab badui yang
dipikul untanya tersebut sangat banyak. Lantas laki-laki tersebut bertanya
kepada orang arab badui itu tentang isi dari bawaanya tersebut. Orang arab
badui pun menjawab; “satu karung (di sebelah kiri) berisi bekal sedang satu
karung di sisi lainnya berisi tanah untuk menyeimbankan beban”.
Maka laki-laki itu pun
heran seraya berkata: “Kenapa engkau tidak buang saja tanah itu Kemudian membagi
bekalmu ke dalam 2 kantung yang berbeda?. Dengan begitu engkau telah
meringankan beban untamu”.
Arab badui itu pun
berkata: “engkau benar”. Orang arab badui itu melakukan apa yang disarankan
laki-laki tadi.
Kemudian orang arab
badui itu pun balik bertanya: “apakah anda pemuka suku atau pemuka agama”?
Laki-laki itu menjawab:
“saya bukan keduanya, saya orang biasa”.
Orang arab badui itu pun berkata: “Semoga Allah mengutukmu, engkau bukan pemuka suku dan juga pemuka agama dan engkau memberiku saran?”. Kemudian orang arab badui itu pun mengembalikan beban bawaan unta seperti semula.
Demikianlah orang yang terbelenggu dengan figur, gelar, pangkat dan sebutan kebesaran lainnya dan tidak fokus terhadap esensi dari ide dan pemikiran orang lain.
Anda, jangan seperti
orang arab badui itu!. Jadilah seperti laki-laki tadi!
Berikan pemikiran dan
ide-ide yang baik dan bermanfa`at untuk siapapun dan jangan berhenti jika tak ada yang menerima idemu.