Allah `azza wajalla menguji para sahabat radhiallahu 'anhum ketika mereka sedang dalam keadaan ihram (orang yang sedang ihram untuk haji atau umrah diharamkan baginya untuk berburu). Allah `azza wajalla menguji mereka dengan menjadikan binatang buruan mendekati mereka, sehingga salah satu dari mereka bisa menangkapnya dengan tangan tanpa menggunakan alat berburu. Bacalah firman Allah Ta'ala:
"Wahai orang-orang yang beriman! Allah pasti akan mengujimu dengan sesuatu dari binatang buruan yang dapat dijangkau oleh tanganmu dan tombakmu, supaya Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya meskipun dia tidak melihat-Nya. Maka barang siapa melampaui batas setelah itu, baginya azab yang pedih." {Al-Ma'idah: 94}.
Di zaman ini, ujian besar yang serupa terulang kembali, tetapi dalam bentuk yang berbeda. Bagaimana itu terjadi?. Sekitar sepuluh tahun yang lalu, untuk mendapatkan gambar dan video haram cukuplah sulit, berbeda dengan keadaan sekarang (semoga Allah melindungi kita semua).
Jangan sampai kita terlena dengan kesendirian dan tertipu dengan diamnya anggota tubuh, karena akan ada hari ketika anggata tubuh kita akan berbicara. Allah `azza wajalla berfirman:"Hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berbicara kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian tentang apa yang dahulu mereka kerjakan." {Yasin: 65}.
Seorang ulama salaf berkata: "Ketakutanmu terhadap angin ketika menggerakkan tirai pintu saat kamu berbuat dosa lebih besar daripada dosa itu sendiri ketika kamu melakukannya." Diungkapkan oleh seseorang yang terkena fitnah melihat hal-hal haram :" Saya mendengar suara berisik di pintu, jantung saya naik ke tenggorokan saya, napas saya terhenti, saya menutup perangkat saya, dan membuka pintu; ternyata hanya seekor kucing". orang ini lupa bahwa Allah lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
Ketahuilah bahwa tidak ada penghalang yang lebih kuat antara seseorang dan semua keburukan yang ada pada gadgetnya dari "Muraqabatullah" (pengawasan Allah). Al-‘Allamah Ash-Syinqiti berkata: "Para ulama sepakat bahwa Allah tidak menurunkan ke bumi pemberi nasihat dan pencegah yang lebih kuat daripada dinding Muraqabatullah. Barang siapa yang meruntuhkan dinding itu; maka dia telah berani, dan seburuk-buruk keberanian adalah berani terhadap Allah. Salah seorang ulama salaf berkata: "Janganlah kamu menjadi wali Allah di hadapan manusia, namun menjadi musuh Allah di dalam batinmu."
Jika sekarang adalah zaman di mana mencapai yang haram jauh lebih mudah daripada sebelumnya, maka sekarang adalah zaman di mana mendekat kepada Allah dengan meninggalkan yang haram lebih besar pahalanya daripada di zaman sebelumnya
Ponsel seperti kotak yang bisa berisi amal sholeh yang pahalanya terus mengalir atau dosa yang terus mengalir. Masukkanlah di dalamnya apa yang ingin kamu temukan dalam catatan amalmu di hari kiamat. Waspadalah terhadap dosa-dosa di kesendirian terutama dengan ponsel, komputer, dan televisi saat tidak ada orang di sekitar.Karena itu akan mencederai keteguhan iman seseorang. Beribadahlah secara tersembunyi, karena itu akan melindungi jiwa dari godaan hawa nafsu. Jika ingin tetap teguh sampai mati maka hendaklah menguatkan muroqabatullah dalam kesendirian.
Ibnul Qayyim berkata: "Dosa-dosa di kesendirian adalah penyebab kegagalan, dan ibadah di kesendirian adalah penyebab keteguhan. Setiap kali seorang hamba memperbaiki kesendiriannya antara dia dan Allah, Allah memperbaiki kesendiriannya di dalam kubur."
Sedangkan pada hari kiamat sebagaimana yang dikatakan oleh Tsauban bahwa Rasulullah shallalahu `alaihi wasallam bersabda: “Aku benar-benar mengetahui suatu kaum dari umatku yang akan datang pada hari kiamat dengan kebaikan seperti gunung-gunung Tihamah yang putih, lalu Allah menjadikannya seperti debu yang beterbangan.”
Tsauban berkata:
Ya Rasulullah, jelaskanlah kepada kami siapa mereka, agar kami tidak menjadi
salah satu dari mereka tanpa kami sadari.
Beliau berkata: “Mereka adalah saudara-saudaramu dan dari kulitmu dan mereka melakukan ibadah malam seperti yang kalian lakukan, tetapi mereka adalah kaum yang jika mereka sendirian dengan hal-hal yang diharamkan Allah, mereka melanggarnya.” [HR. Ibnu Majah].
Ya Allah,
berikan kami rasa takut kepada-Mu yang menghalangi kami dari berbuat maksiat
kepada-Mu. Ya Allah, kami mohon kepada-Mu rasa takut kepada-Mu dalam
kesendirian dan keramaian.
Sumber: Tulisan seseorang dengan penyesuaian